Pelatihan 25 Kompetensi Kader Posyandu Integrasi Layanan Primer Sebagai Upaya Preventif Stunting
Abstract
Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang memerlukan perhatian serius karena berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis dalam waktu lama, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Anak yang mengalami stunting tidak hanya memiliki tinggi badan di bawah standar usianya, tetapi juga berisiko mengalami gangguan perkembangan kognitif, penurunan kemampuan Pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai upaya percepatan penurunan stunting melalui pendekatan promotif dan preventif yang melibatkan lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat. Berdasarkan strategi nasional percepatan pencegahan stunting, penanganan stunting memerlukan keterlibatan lintas sektor serta penguatan peran masyarakat melalui pemberdayaan kader kesehatan2). Upaya tersebut dilakukan karena faktor penyebab stunting tidak hanya berkaitan dengan masalah gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh pola asuh, sanitasi lingkungan, pendidikan, dan akses pelayanan kesehatan. Kabupaten Jombang sebagai salah satu wilayah di Provinsi Jawa Timur masih menghadapi tantangan dalam upaya penurunan angka stunting. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer yang mampu menjangkau masyarakat secara menyeluruhCopyright (c) 2026 Any Isro'aini, Lusianah Meinawati, Fera Yuli Setiyaningsih, Ratna Dewi Permatasari, Henny Sulistyawati, Yana Eka Mildiana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


