https://ojs.itskesicme.ac.id/index.php/jam/issue/feedJurnal Abdi Medika2026-05-31T12:49:22+00:00Any Isro'ainiany.isroaini@gmail.comOpen Journal Systems<h2>JURNAL ABDI MEDIKA</h2> <div id="content"> <div id="journalDescription"> <p><strong>Abdi Medika Journal</strong> is a community service publication published by the <strong>Institute for Research and Community Service of Institute Of Health, Technology and Science ITSKes Insan Cendekia Medika Jombang</strong>. <strong>Abdi Medika Journal</strong> provides articles on the outcomes of community service that benefit the larger community.</p> <p><img src="/ojs/public/site/images/admin_jam/COVER_JURNAL_ABDI_MEDIKA_BARU_-_Copy1.jpg"></p> </div> </div>https://ojs.itskesicme.ac.id/index.php/jam/article/view/1573Edukasi Habit Forming Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Untuk Mencegah Penyakit Pada Pekerja Pemilah Sampah Di Tpa Banjardowo Jombang2026-05-31T12:41:58+00:00Ruliati Ruliatiruliati123@gmail.comImaniar Intan Harmawatiimaniar@gmail.comOcto Gyan Falestaoctogyan@gmail.comIfada Qurrata A'yun Amaliaifada@gmail.com<p>Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan lingkungan kerja dengan risiko kesehatan tinggi akibat paparan debu, mikroorganisme, limbah infeksius, serta gas hasil pembusukan sampah. Pekerja pemilah sampah berpotensi mengalami gangguan kesehatan seperti penyakit kulit dan gangguan saluran pernapasan. Hasil observasi awal menunjukkan pekerja telah mengetahui pentingnya personal hygiene, namun belum membiasakan penggunaan alat pelindung diri (APD) secara konsisten. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui pendekatan habit forming. Metode yang digunakan adalah edukasi, ceramah, diskusi, demonstrasi, serta pembiasaan perilaku sehat secara berulang. Peserta kegiatan berjumlah 31 pekerja. Hasil menunjukkan 67% pekerja berjenis kelamin laki-laki dan 33% perempuan. Seluruh pekerja (100%) memiliki pengetahuan tentang personal hygiene, namun keluhan kesehatan masih ditemukan yaitu batuk pilek (58%), pusing (25%), dan gatal kulit (17%). Pendekatan habit forming membantu pekerja membangun kebiasaan menggunakan APD dan menjaga kebersihan diri secara rutin. Disimpulkan bahwa pembentukan kebiasaan sehat efektif dalam mencegah penyakit akibat kerja pada pekerja TPA.</p>2026-05-31T12:37:38+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.itskesicme.ac.id/index.php/jam/article/view/1616Pemberdayaan Lansia Melalui Skrining Kesehatan Berkala Dan Edukasi Pola Hidup Sehat2026-05-31T12:42:01+00:00Maharnani Tri Puspitasarimaharanitripus@gmail.comLeo Yosdimyati Romlileoyosdim@gmail.comCarlene Natasya Putri Andinicarlene@gmail.com<p>Peningkatan populasi lansia di wilayah pedesaan sering kali tidak dibarengi dengan literasi kesehatan yang memadai, sehingga risiko penyakit degeneratif tetap tinggi. Desa Banjartanggul di Kabupaten Mojokerto menghadapi tantangan serupa di mana deteksi dini penyakit tidak menular masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kemandirian lansia melalui skrining kesehatan berkala dan edukasi pola hidup sehat. Program ini menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan pada Januari 2026. Partisipan terdiri dari 25 lansia yang dipilih secara <em>purposive</em>. Instrumen kegiatan meliputi pemeriksaan biokimia (tekanan darah, gula darah, asam urat) dan kuesioner pengetahuan (<em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>). Hasil skrining menunjukkan bahwa 60% lansia mengalami hipertensi dan 52% memiliki kadar asam urat tinggi. Setelah diberikan edukasi berbasis Kebutuhan Dasar Manusia (KDM), terjadi peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 45%, dengan capaian tertinggi pada indikator kesadaran skrining rutin (96%). Program ini efektif mengubah paradigma lansia dari perilaku kuratif menjadi preventif-proaktif. Sinergi antara pemeriksaan fisik dan edukasi berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mewujudkan lansia yang sehat dan berdaya di tingkat desa.</p>2026-05-31T12:38:13+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.itskesicme.ac.id/index.php/jam/article/view/1614Program Kapsul Buita (Kelas Ibu Plus Balita Keluarga Cerdas, Sehat dan Bahagia)2026-05-31T12:42:02+00:00Zeny Fatmawatizenyjoe123@gmail.comWahyunik Tyas Asihzenyjoe123@gmail.comBaroroh Barirzenyjoe123@gmail.comFera Yuli Setiyaningsihfera.yuli@gmail.comDhita Yuniar Kristianingrumzenyjoe123@gmail.com<p>ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan cairan lain baik susu formula, air putih, air jeruk, atau makanan tambahan lain sebelum bayi mencapai usia enam bulan. Manfaat pemberian ASI bagi ibu dapat mencegah perdarahan pasca persalinan, mempercepat inovulasi uterus, mengurangi risiko anemia, mengurangi risiko kanker ovarium dan payudara, memperkuat ikatan batin antara ibu dan bayi yang dilahirkan.Program Kapsul Buita merupakan inovasi team pengabdian masyarakat sebagai solusi pemecahan masalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang manfaat ASI ekskluasif. Metode pelaksanaan dilakukan dengan memberikan edukasi, demontrasi dan brain storming dengan peserta, kegiatan ini dilakukan pada bulan Januari 2025 sesuai jadual kegiatan kelas ibu balita di balai Desa Ngimbang Kabupaten Lamongan. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 80%, dari rata-rata skor awal 20% menjadi 100% setelah kegiatan. Peserta yang terdiri dari 16 ibu menyusui menunjukkan perubahan perilaku dan pemahaman yang nyata terhadap pentingnya pemberian ASI eksklusif, cara menyusui yang benar, upaya peningkatan produksi ASI dan pentingya dukungan keluarga terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Pemberian Edukasi kesehatan sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu balita dan keluarga dalam pemberian dan keberhasilan ASI eksklusif sehingga terwujud generasi keluarga yang cerdas, sehat dan bahagia.</p>2026-05-31T12:38:37+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.itskesicme.ac.id/index.php/jam/article/view/1627Pelatihan 25 Kompetensi Kader Posyandu Integrasi Layanan Primer Sebagai Upaya Preventif Stunting2026-05-31T12:49:22+00:00Any Isro'ainianybahrudin51@gmail.comLusianah Meinawatilusianah@gmail.comFera Yuli Setiyaningsihferayulisetiyaningsih@gmail.comRatna Dewi Permatasariratnadewi@gmail.comHenny Sulistyawatihenny.sulistyawati@gmail.comYana Eka Mildianayana.eka@gmail.com<p>Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang memerlukan perhatian serius karena berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis dalam waktu lama, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Anak yang mengalami stunting tidak hanya memiliki tinggi badan di bawah standar usianya, tetapi juga berisiko mengalami gangguan perkembangan kognitif, penurunan kemampuan </p> <p>Pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai upaya percepatan penurunan stunting melalui pendekatan promotif dan preventif yang melibatkan lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat. Berdasarkan strategi nasional percepatan pencegahan stunting, penanganan stunting memerlukan keterlibatan lintas sektor serta penguatan peran masyarakat melalui pemberdayaan kader kesehatan<sup>2). </sup>Upaya tersebut dilakukan karena faktor penyebab stunting tidak hanya berkaitan dengan masalah gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh pola asuh, sanitasi lingkungan, pendidikan, dan akses pelayanan kesehatan<sup>.</sup></p> <p>Kabupaten Jombang sebagai salah satu wilayah di Provinsi Jawa Timur masih menghadapi tantangan dalam upaya penurunan angka stunting. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer yang mampu menjangkau masyarakat secara menyeluruh</p>2026-05-31T12:39:03+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.itskesicme.ac.id/index.php/jam/article/view/1623Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Penanganan Awal Kegawatdaruratan Maternal Neonatal Melalui Edukasi Dan Simulasi2026-05-31T12:42:06+00:00Miftahul Khairohmiftahul.khairoh@unitomo.ac.idArkha Rosyaria Badrusmiftahul.khairoh@unitomo.ac.id<p>Kegawatdaruratan maternal neonatal masih menjadi penyebab utama tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai tanda bahaya kehamilan, persalinan, dan kondisi neonatal menyebabkan keterlambatan penanganan dan rujukan. Upaya peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan simulasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kondisi kegawatdaruratan maternal neonatal. Permasalahan utama yang ditemukan adalah kurangnya pemahaman kader dan ibu hamil mengenai deteksi dini kegawatdaruratan maternal neonatal. Target kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penanganan awal kegawatdaruratan. Luaran kegiatan berupa peningkatan pengetahuan peserta, media edukasi, dokumentasi kegiatan, dan artikel pengabdian masyarakat. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan, demonstrasi, dan simulasi penanganan awal kegawatdaruratan maternal neonatal. Sasaran kegiatan terdiri dari ibu hamil dan kader kesehatan sebanyak 35 peserta di Desa Pasean Wilayah Kerja Puskesmas Pasean. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai tanda bahaya maternal neonatal serta peningkatan keterampilan dasar penanganan awal dan sistem rujukan cepat. Peserta aktif mengikuti simulasi dan mampu mempraktikkan langkah awal penanganan kegawatdaruratan. Edukasi dan simulasi efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penanganan awal kegawatdaruratan maternal neonatal sehingga dapat mendukung penurunan risiko keterlambatan penanganan ibu dan bayi.</p>2026-05-31T12:39:25+00:00##submission.copyrightStatement##