Pengaruh Tuina Massage Terhadap Kualitas Tidur Pada Balita Stunting

  • Lusianah Meinawati ITSKes Insan Cendekia Medika Jombang
Keywords: Tuina Massage, Kualitas Tidur, Balita, Stunting

Abstract

Stunting merupakan kondisi ketika pertumbuhan fisik anak, khususnya tinggi badan, tidak berkembang sesuai dengan usianya akibat kekurangan gizi yang berlangsung dalam waktu lama. Penanganan stunting membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Intervensi tidak hanya berfokus pada pemberian makanan bergizi, tetapi juga mencakup perbaikan pola asuh, peningkatan akses air bersih dan sanitasi, serta edukasi bagi orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang sejak dini. Upaya pencegahan bahkan idealnya dimulai sejak sebelum kehamilan, agar kondisi kesehatan ibu dan janin dapat terjaga dengan baik. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh Tuina Massage terhadap kualitas tidur balita stunting. Jenis penelitian quasy experiment, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan non probability sampling. Metode pengambilan sampel pada subjek menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan tujuan penelitian. Sampel penelitian ini adalah balita stunting dengan jumlah 26 yang terbagi dalam 13 balita kelompok eksperimen dan 13 balita kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan Tuina Massage selama 10 kali dalam dua minggu sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi apapun selama dua minggu. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh Tuina Massage terhadap kualitas tidur balita stunting (p-value 0,027). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian intervensi Tuina Massage memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas tidur balita stunting. Kesimpulan penelitian bahwa Tuina Massage memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan kualitas tidur sekaligus berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting pada balita. Pemberian terapi ini terbukti mampu memperbaiki pola dan durasi tidur anak melalui efek relaksasi yang dihasilkan, sehingga membantu menstabilkan sistem saraf dan meningkatkan kenyamanan saat tidur 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alza Y, Novita L. Perbedaan Durasi Tidur dan Asupan Makan pada Anak Stunting dan Tidak Stunting Usia Sekolah. J Kesehat. 2021;12(1):133–8.
Frasetya, S. A., Nuraini, V., Puspita Sari, D. A., & Mahardika, I. K. (2023). Mengatasi stunting dalam pertumbuhan dan perkembangan balita. Jurnal Pendidikan Tambusai. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i3.11073
Gani HA, Hartati S, Wiyanti S, Elviani Y. Modul Perawatan Balita Dengan Pemberian Makanan Tambahan [Internet]. Kediri: Lembaga Chakra Brahmanda Lentera; 2021. Available from: https://books.google.co.id/
Hastyarahma, V., Adi, S., Paramita, F., & Ulfah, N. H. (2024). Implementasi intervensi gizi sensitif stunting di wilayah Indonesia: Literature review. Sport Science and Health, 6(10), 1162–1185. https://doi.org/10.17977/um062v6i102024p1162-1185
Hendraswari CA, Purnamaningrum YE, Maryani T, Widyastuti Y, Harith S. The Determinants of Stunting for Children Aged 24-59 Months in Kulon Progo District 2019. Kesmas J Kesehat Masy Nas (National Public Heal Journal). 2021;16(2):71–7.
Huang, L. (2011). Pediatric Tuina therapy. Shanghai: Shanghai Scientific & Technical Publishers
Ifalahma D, Rahma L. Effect of Baby Massage on Baby’s Sleep Quality (Based on Baby Massage Duration and Frequency). Int Conf Heal Sci Technol 2019. 2019;7(6):1–25.
Indrawati Lipoeto N, Yanis A, Purnakarya I, Resmala Sudji I, Dana Nindrea R, Author C. Psychosocial Stress, Cortisol and Growth Hormone Levels among Stunting Adolescent of Minangkabau Ethnicity in West Sumatera Province, Indonesia: A School-Based Study. Syst Rev Pharm. 2021;12(1):1561–5.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2021. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta; 2022.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2024. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta; 2025.
Latifah, N., Fajrini, F., Romdhona, N., Herdiansyah, D., Ernyasih, E., & Suherman, S. (2023). Systematic literature review: Stunting pada balita di Indonesia dan faktor yang mempengaruhinya. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. https://doi.org/10.24853/jkk.20.1.55-73
Nursalam. (2015). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis (Edisi 4). Jakarta: Salemba Medika.
Setiyaningrum, I. P., Alfiani, T., & Rochana, S. (2024). Patofisiologi stunting: Literature review. Jurnal Kesehatan Tambusai. https://doi.org/10.31004/jkt.v5i4.40010
Sihotang, W. Y., Hulu, V. T., Samosir, F. J., Pane, P. Y., Hartono, H., Manalu, P., & Siagian, M. (2023). Determinants of stunting in children under five: A scoping review. Jurnal Gizi Indonesia. https://doi.org/10.14710/jgi.12.1.9-20
Setiawandari. Modul stimulasi pijat bayi dan balita. Adi Buana University Press. Adi Buana University Press; 2019. 1–48 p.
Setiawati I, Prihartini N, Sebayang AP, Hulu VK. The Influence of Baby Massage on the Sleep Quality of Babies Aged 6-7 Months in Percut Village in 2021. Contag Sci Period J Public Heal Coast Heal. 2022;4(2):280.
Sujiyatini. Pengaruh Terapi Pemaafan Terhadap Kualitas Hidup Dan Heart Rate Variability Pada Kehamilan Tidak Diinginkan Di DIY.Disertasi. Progr Dr Ilmu Kedokt dan Kesehat Univ Gadjah Mada. 2021;142–8.
Published
2026-05-26