https://ojs.itskesicme.ac.id/index.php/jib/issue/feedJurnal Kebidanan2026-05-26T07:39:06+00:00Fera Yuli Setiyaningsihfera.yuli@itskesicme.ac.idOpen Journal Systems<p><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal Kebidanan</span></span></strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> merupakan salah satu jurnal terbitan Institut Teknologi Sains dan Kesehatan Insan Cendekia Medika yang berisi artikel-artikel tentang ilmu kebidanan.<img src="/ojs/public/site/images/admin_ojs/jurnal_jib.jpg"></span></span></p>https://ojs.itskesicme.ac.id/index.php/jib/article/view/1585Edukasi Kesehatan Reproduksi Dengan Media Animasi Pada Remaja Sebagai Upaya Preventif Stunting2026-05-26T07:38:29+00:00Any Isro'ainianybahrudin51@gmail.comFera Yuli Setiyaningsihferayuli@gmail.com<p>Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting dapat terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. pencegahan stunting hendaknya dimulai sejak remaja, salah satunya dengan pemberian edukasi kesehatan reproduksi. Terdapat beberapa media pembelajaran salah satunya yaitu video animasi, penggunaan media video animasi dalam pemberian edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan reproduksi melalui media animasi dalam upaya preventif stunting. Penelitian ini merupakan penelitian <em>quasy eksperimental </em>dengan desain <em>non randomized pre posttest control group design dengan </em>jadi total 44 responden untuk kelompok intervensi dan 44 untuk kelompok kontrol. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan saat <em>pretets </em>dan <em>posttest </em>pada remaja setelah diberikan intervensi<em>. </em>Hal tersebut dibuktikan juga dengan uji statistik bahwa ada perbedaan pengetahuan dan sikap pada remaja sebelum dan setelah dilakukan edukasi kesehatan reproduksi melalui animasi dalam upaya preventif stunting. Media animasi dapat membuat remaja memahami pesan yang disampaikan. Pada penelitian ini media animasi terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja dalam upaya preventif <em>stunting.</em></p>2026-05-26T07:03:25+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.itskesicme.ac.id/index.php/jib/article/view/1590Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny “K”G2p1a0 Uk 32 Minggu Dengan Kehamilan Normal Masalah Sering Buang Air Kecil2026-05-26T07:38:34+00:00Lufi Apriliayanaekamildiana@gmail.comYana Eka Mildianayanaekamildiana@gmail.comHarnanik Nawangsariyanaekamildiana@gmail.com<p>Kehamilan adalah sebuah proses fisiologis yang sering disertai berbagai keluhan yang menyebabkan ketidaknyamanan ibu hamil misalnya sering buang air kecil. Hal ini merupakan sesuatu yang fisiologis karena membesarnya perut ibu, namun apabila ibu semakin terganggu akibat sering kencing tersebut terutama pada malam hari, maka ibu menjadi lelah sehingga dapat mempengaruhi kehamilannya. Penelitian ini bertujuan memberi asuhan secara komprehensif kepada ibu di masa hamil, nifas, bersalin, pada BBL, neonatus dan KB. Metode Asuhan kebidanan ini dengan <em>continue of care</em> melalui wawancara, observasi, serta penatalaksanaan asuhan. Subyek pada asuhan ini adalah Ny. “D” G2P1A0 UK 32 minggu dengan kehamilan normal di PMB Risa Ardian, Amd. Keb yang terletak di Desa Dukuh Klopo, Kecamatan Peterongan, Kab. Jombang. Hasil Asuhan Kebidanan Komprehensif terhadap Ny. “D” pada kehamilan triester III menunjukkan bahwa meskipun ibu mengalami keluhan sering buang air kecil, kehamilan berlangsung normal dan persalinan secara SC. Asuhan nifas dengan nifas normal tidak ada penyulit dan komplikasi, asuhan bayi dengan BBL normal dan neonatus normal tanpa penyulit dan komplikasi, serta ibu memilih menggunakan alat kontrasepsi kondom. Kesimpulan dari Asuhan Kebidanan Komprehensif terhadap Ny.D dilakukan secara mandiri dan kolaborasi serta penanganan dini terhadap penyulit, berjalan dengan normal tidak ada penyulit selama pemberian asuhan pada masa kehamilan, persalinan, nifas, pada BBL, neonatus hingga KB. Disarankan kepada bidan agar memberikan pelayanan kesehatan berkualitas dapat menjamin kesinambungan perawatan bagi ibu, anak, dan masyarakat dengan cara memberikan asuhan yang efektif untuk mengurangi keluhan selama kehamilan</p>2026-05-26T07:06:12+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.itskesicme.ac.id/index.php/jib/article/view/1611Efektifitas Pijat Bayi Tehnik I Love terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 6 sampai 24 Bulan sebagai Strategi Preventif Stunting2026-05-26T07:38:40+00:00Tri Purwantifirabiku@gmail.comNining Mustika Ningrumfirabiku@gmail.comYunita Kholillaili Saras Watifirabiku@gmail.com<p>Pendahuluan: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi fokus utama pembangunan kesehatan di Indonesia. Salah satu indikator awal risiko stunting adalah kenaikan berat badan bayi yang tidak optimal. Intervensi nonfarmakologis seperti pijat bayi teknik <em>I Love U</em> berpotensi meningkatkan berat badan melalui perbaikan fungsi pencernaan. Tujuan: penelitian ini adalah untuk<strong> </strong>menganalisis pengaruh intervensi pijat bayi teknik <em>I Love U</em> terhadap peningkatan berat badan sebagai strategi preventif stunting pada bayi usia 6–24 bulan. Metode<strong>: </strong>penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel sebanyak 15 bayi usia 6–24 bulan dipilih secara <em>purposive</em> sampling. Intervensi pijat bayi teknik <em>I Love U</em> diberikan selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu. Analisis data menggunakan uji <em>paired t-test</em>. Hasil<strong> </strong>Rata-rata berat badan bayi sebelum intervensi adalah 8,1 ± 1,0 kg dan setelah intervensi meningkat menjadi 8,7 ± 1,1 kg. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat peningkatan berat badan yang bermakna (p < 0,001). Kesimpulan<strong>:</strong> Intervensi pijat bayi teknik <em>I Love U</em> berpengaruh signifikan terhadap peningkatan berat badan bayi dan dapat dijadikan strategi preventif stunting.</p>2026-05-26T07:13:23+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.itskesicme.ac.id/index.php/jib/article/view/1613Pengaruh Tuina Massage Terhadap Kualitas Tidur Pada Balita Stunting2026-05-26T07:38:45+00:00Lusianah Meinawatilusianahmeinawati85@gmail.com<p><strong>Stunting merupakan kondisi ketika pertumbuhan fisik anak, khususnya tinggi badan, tidak berkembang sesuai dengan usianya akibat kekurangan gizi yang berlangsung dalam waktu lama. </strong><strong>Penanganan stunting membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Intervensi tidak hanya berfokus pada pemberian makanan bergizi, tetapi juga mencakup perbaikan pola asuh, peningkatan akses air bersih dan sanitasi, serta edukasi bagi orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang sejak dini. Upaya pencegahan bahkan idealnya dimulai sejak sebelum kehamilan, agar kondisi kesehatan ibu dan janin dapat terjaga dengan baik. </strong><strong>Tujuan penelitian mengetahui pengaruh Tuina Massage terhadap kualitas tidur balita stunting. Jenis penelitian </strong><strong><em>quasy experiment</em></strong><strong>, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan </strong><strong><em>non probability sampling</em></strong><strong>. Metode pengambilan sampel pada subjek menggunakan teknik </strong><strong><em>purposive sampling</em></strong><strong> sesuai dengan tujuan penelitian. Sampel penelitian ini adalah balita stunting dengan jumlah 26 yang terbagi dalam 13 balita kelompok eksperimen dan 13 balita kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan Tuina Massage selama 10 kali dalam dua minggu sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi apapun selama dua minggu. Hasil</strong><strong> </strong><strong>penelitian</strong><strong> </strong><strong>ini</strong><strong> </strong><strong>membuktikan</strong><strong> </strong><strong>bahwa</strong><strong> </strong><strong>terdapat</strong><strong> </strong><strong>pengaruh Tuina Massage</strong><strong> </strong><strong>terhadap</strong><strong> </strong><strong>kualitas</strong><strong> </strong><strong>tidur balita</strong><strong> </strong><strong>stunting</strong><strong> </strong><strong>(p-value</strong><strong> </strong><strong>0,027).</strong><strong> Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian intervensi Tuina Massage memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas tidur balita stunting. Kesimpulan penelitian bahwa </strong><strong>Tuina Massage memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan kualitas tidur sekaligus berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting pada balita. Pemberian terapi ini terbukti mampu memperbaiki pola dan durasi tidur anak melalui efek relaksasi yang dihasilkan, sehingga membantu menstabilkan sistem saraf dan meningkatkan kenyamanan saat tidur</strong><strong> </strong></p>2026-05-26T07:16:09+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.itskesicme.ac.id/index.php/jib/article/view/1618Studi Kasus Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny “I” G1P0A0 Uk 33 Minggu Dengan CPD (Chepalopelvik Disproportion)2026-05-26T07:38:49+00:00Dian Amandafera.yuli@gmail.comNining Mustika Ningrumfera.yuli@gmail.comFera Yuli Setiyaningsihfera.yuli@gmail.com<p>Kehamilan merupakan hal yang fisiologis namun pada kehamilan seringkali terjadi ketidaknyamanan, terutama pada trimester III. Pada trimester ke III ketidaknyamanan yang dialami pada ibu hamil yaitu kram pada kaki, mudah lelah, sesak nafas, sering kencing, gangguan tidur, dan nyeri punggung. Oleh karena itu, tujuan LTA ini adalah untuk memberikan Asuhan secara Komprehensif pada ibu hamail, ibu bersalin, ibu nifas, neonatus dan KB pada ibu dengan <em>chepalopelvik disproportion</em> (CPD). Metode Asuhan dalam laporan ini meliputi: wawancara, observasi, dan penatalaksanaan. Subjek dari penelitian adalah Ny I G1P0A0 yang berusia 27 tahun dengan kehamilkan normal, dan menga<sub>~</sub>la<sub>~</sub>mi<sub>~</sub> keluhan nyeri punggung di PMB Bdn. Lilis Suryawati,S.ST.,M.Kes. Hasil dari Asuhan Kebidanan Komprehensif terhadap Ny I yaitu pada Trimester ke III yang menunjukkan bahwa ibu mengalami keluhan sering kencing, kehamilan berlangsung normal, dan persalinan secara SC. Selama masa nifas ibu mengalami proses pemulihan yang normal, bayi baru lahir normal, kondisi neonatus normal, dan ibu juga menjadi akseptor KB MAL. Kesimpulan dari Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny I yang telah dilakukan secara mandiri dan kolaborasi serta penanganan secara dini dan ditemukn adanya penyulit. Asuhan Kebidanan trimester III pada Ny I G1P0A0 Kehamilan normal dengan keluhan nyeri punggung, asuhan kebidanan pad persalinan Ny “I” SC karena tidak ada pembukaan, asuhan kebidanan nifas pada Ny I G1P0A0 berlangsung normal, asuhan kebidanan pada Ny I G1P0A0 pada bayi baru lahir berlangsung norma<sub>~</sub>l, asuhan kebidanan pada neonatus berlangsung normal dan asuhan kebidanan pada<sub>~</sub>KB dengan akseptor KB MAL.</p>2026-05-26T07:18:45+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.itskesicme.ac.id/index.php/jib/article/view/524Pengaruh Pijat Bayi Dengan Tumbuh Kembang Bayi2026-05-26T07:38:50+00:00Inayatul Ainiinayad4icme@gmail.comDhita Yuniar Kristianingruminayatul.185@gmail.comEsti Pratiwi Yosininayatul.185@gmail.comImam Fatoniinayatul.185@gmail.com<p>Latar Belakang : Pijat bayi merupakan salah satu bentuk perawatan rutin pada bayi yang telah lama dikenal masyarakat. Pijat bayi juga menjadi cara orang tua mengungkapkan kasih sayang kepada anak melalui sentuhan kulit yang memberikan dampak positif bagi bayi. Pijat bayi sering disebut sebagai stimulus touch. Tujuan: Mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap tumbuh kembang bayi. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dengan bentuk Intact Group Comparison. Populasi penelitian adalah seluruh bayi usia 6–12 bulan di PMB Ruliati Jogoroto-Jombang sebanyak 50 bayi. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pijat bayi terhadap tumbuh kembang bayi di PMB Ruliati Jogoroto-Jombang dengan nilai p-value < 0,0001. Saran: Perlu adanya peningkatan edukasi mengenai pijat bayi bagi ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan.</p>2026-05-26T07:25:32+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.itskesicme.ac.id/index.php/jib/article/view/1620Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada NY. “E” G2P1A0 UK 34 Minggu Dengan Kehamilan Normal Di TPMB Yuni Widaryanti., S. Tr. Keb., Bd. Desa Sumbermulyo Kabupaten Jombang2026-05-26T07:38:55+00:00Nailyl Maghfirohltanaiacc@gmail.comEvi Rositaltanaiacc@gmail.comYana Eka Mildianaltanaiacc@gmail.com<p><strong>Keluhan sering kencing pada kehamilan trimester III merupakan hal yang fisiologis, dikarenakan kepala janin sudan memasuki pintu atas panggul sehingga menekan kandung kemih, selain itu pada saat kehamilan terjadi hypervolemia fisiologis akibat dari ekskresi janin sehingga meningkatkan proses filtrasi pada ginjal dan menghasilkan lebih banyak urine. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan menganalisis asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. “E” G2P1A0 usia kehamilan 34 minggu dengan kehamilan normal dan keluhan sering kencing di TPMB Yuni Widaryanti, Desa Sumbermulyo, Kabupaten Jombang. Metode Yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi asuhan kebidanan. Hasil Asuhan Kebidanan Komprehensif yang telah dilakukan peneliti pada Ny “E” adalah kehamilan trimester III dengan keluhan sering kencing, persalinan secara Sectio Caesarea karena Ketuban Pecah Dini (KPD), asuhan kebidanan nifas normal, asuhan kebidanan BBL normal, asuhan kebidanan neonatus normal, dan akseptor lama KB suntik 3 bulan. Kesimpulan Setelah melakukan asuhan secara komprehensif kepada Ny. “E” dari mulai kehamilan trimester III sampai dengan pemilihan KB suntik 3 bulan. keluhan dan penyulit dapat dikelola dengan baik melalui edukasi dan perubahan perilaku, sehingga tidak berkembang menjadi masalah patologis. Saran Pentingnya bidan dalam mempertahankan pelayanan preventif, komprehensif, dan edukatif yang diberikan guna meningkatkan kualitas hidup ibu hamil serta menurunkan risiko komplikasi selama kehamilan Kata Kunci: Kehamilan, Sering kencing, Asuhan Kebidanan Komprehensif</strong></p>2026-05-26T07:27:54+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.itskesicme.ac.id/index.php/jib/article/view/1621Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny “D” G2Pia0 Uk 38 Minggu Dengan Kehamilan Normal Masalah Sering Kencing2026-05-26T07:38:57+00:00Sadina Febriatihenny.sulistyawati17@gmail.comHenny Sulistyawatigadang.henny@gmail.comDhita Yuniar Kristianingrumgadang.henny@gmail.com<p>Sering buang air kecil merupakan salah satu ketidaknyamanan yang umum terjadi pada masa kehamilan, terutama ketika kepala janin mulai memasuki pintu atas panggul sehingga memberikan tekanan pada kandung kemih. Tujuan penyusunan Laporan Tugas Akhir (LTA) ini adalah memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir (BBL), neonatus, hingga keluarga berencana (KB) pada ibu dengan keluhan sering buang air kecil. Metode asuhan yang digunakan dalam LTA ini adalah <em>continuity of care</em>, yang dilakukan melalui wawancara, observasi, serta penerapan penatalaksanaan asuhan kebidanan. Subjek dalam studi kasus ini adalah Ny. “D” G2P1A0 usia kehamilan 38 minggu dengan kondisi kehamilan normal di PMB Bdn Novita Sari Sri Indarwati, S.Keb, Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Hasil asuhan kebidanan komprehensif menunjukkan bahwa selama trimester III kehamilan dengan keluhan sering buang air kecil, Ny. “D” menjalani kehamilan dalam kondisi normal. Proses persalinan berlangsung spontan tanpa komplikasi, masa nifas berjalan normal, bayi lahir cukup bulan dalam kondisi baik, masa neonatus berlangsung normal, serta ibu memilih menjadi akseptor KB suntik tiga bulan. Kesimpulan dari asuhan kebidanan komprehensif ini menunjukkan bahwa melalui pemberian asuhan secara mandiri, kolaboratif, dan deteksi dini, tidak ditemukan komplikasi selama masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus, maupun penggunaan kontrasepsi. Oleh karena itu, bidan disarankan untuk melakukan skrining rutin pada setiap kunjungan antenatal serta memberikan asuhan kebidanan kolaboratif apabila ditemukan komplikasi.</p>2026-05-26T07:29:59+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.itskesicme.ac.id/index.php/jib/article/view/1622Hubungan Keikutsertaan Program MBG dengan Penurunan Risiko Stunting pada Balita Usia 6–59 Bulan di posyandu Kenanga Desa Megaluh Kabupaten Jombang2026-05-26T07:39:00+00:00Rista Novitasaridirutiticme@gmail.comHidayatun Nufushidayatunnufus77@gmail.comEvi Rositaibuefi123@gmail.com<p style="text-align: justify;">Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian utama di Indonesia karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Salah satu upaya pemerintah dalam percepatan penurunan stunting adalah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan untuk meningkatkan kecukupan gizi kelompok rentan, termasuk balita. Keikutsertaan balita dalam program MBG diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan zat gizi sehingga menurunkan risiko stunting.</p> <p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keikutsertaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan penurunan risiko stunting pada balita usia 6–59 bulan di Posyandu Kenanga Desa Megaluh Kabupaten Jombang. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 6–59 bulan yang terdaftar di Posyandu Kenanga. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen adalah keikutsertaan Program MBG, sedangkan variabel dependen adalah risiko stunting berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur (TB/U). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, lembar observasi, dan pengukuran tinggi badan balita. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square.</p> <p style="text-align: justify;">Hasil penelitian diharapkan menunjukkan adanya hubungan antara keikutsertaan Program MBG dengan penurunan risiko stunting pada balita. Keikutsertaan aktif dalam program MBG dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan membantu meningkatkan status pertumbuhan anak.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Program Makan Bergizi Gratis, MBG, stunting, balita, status gizi.</p>2026-05-26T07:33:50+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojs.itskesicme.ac.id/index.php/jib/article/view/1626Pengaruh Paparan Cerita Negatif tentang KB dari Lingkungan Sosial terhadap Minat PUS Menggunakan Kontrasepsi MKJP2026-05-26T07:39:06+00:00Ratna Dewi Permatasariwahib.rifai81@gmail.com<p>Keputusan PUS (Pasangan Usia Subur) dalam memilih kontrasepsi tidak hanya dipengaruhi oleh akses layanan dan pengetahuan, tetapi juga oleh informasi yang diperoleh dari lingkungan sosial termasuk keluarga, teman, tetangga, dan grup media sosial. Rendahnya angka KB MKJP menjadi masalah yang dihadapi pada masa sekarang ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh antara paparan cerita negatif dari lingkungan sosial dengan minat penggunaan kontrasepsi MKJP pada Pasangan Usia Subur (PUS) di PMB Ratna Kabupaten Kediri. Populasi dalam penelitian ini adalah Pasangan Usia Subur (PUS) umur 23 – 49 tahun yang aktif berkunjung ke PMB Ratna dalam waktu 3 bulan mulai bulan Oktober s/d Desember tahun 2025 yang sudah menggunakan kontrasepsi selain MKJP. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 150 responden dengan menggunakan kriteria inklusi dan eklusi. Adapun sampel berjumlah 110 responden. Didapatkan hasil bahwa dari 110 responden yang mendapat paparan cerita negative memiliki minat rendah sebesar 34 responden (57%), sedangkan yang mendapat paparan cerita negative nya rendah minta untuk ber KB MKJP tinggi hanya sebesar 4 responden(29%). Dari hasil uji chi square didapat nilai signifikan (p) yaitu sebesar 0,000 maka pvalue < 0,05 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak berarti ada pengaruh paparan cerita negatif tentang KB dari lingkungan sosial terhadap minat PUS menggunakan kontrasepsi MKJP tahun 2025 di TPMB Ratna.</p>2026-05-26T07:37:36+00:00##submission.copyrightStatement##