GAMBARAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PETUGAS DI LABORATORIUM PATOLOGI ANATOMI RUMAH SAKIT PROVINSI NTB

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Lisa lailatul fitri
Yeni Rahmawati
Yuyun Nailufar

Abstract

Latar belakang: Laboratorium patologi anatomi memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja dan paparan bahan kimia maupun biologis. Oleh karena itu, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi aspek penting untuk melindungi petugas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada petugas laboratorium patologi anatomi. Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepada seluruh petugas laboratorium patologi anatomi dan dilakukan analisi secara univariat. Hasil: Distribusi responden dalam penelitian ini menunjukkan bahwa 100% petugas laboratorium menyatakan penggunaan alat pelindung diri (APD) sangat penting untuk mencegah paparan bahan berbahaya. Sebanyak 90% responden secara konsisten menggunakan sarung tangan, masker, dan jas laboratorium sebelum bekerja, sementara 10% lainnya mengaku belum menggunakan APD secara lengkap. Berdasarkan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, 100% responden mengaku menggunakan alat sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan melakukan sterilisasi alat secara berkala.Dalam aspek fasilitas dan lingkungan kerja, seluruh responden (100%) menyatakan bahwa APAR, kotak P3K, dan fasilitas pencuci mata tersedia dan mudah diakses di laboratorium. Sebanyak 90% menyatakan ventilasi ruangan berfungsi dengan baik, sedangkan 80% menyatakan adanya pemeriksaan kesehatan rutin di tempat kerja. Selanjutnya, seluruh responden (100%) menyebutkan bahwa kecelakaan kerja yang terjadi selalu dilaporkan dan didokumentasikan. Namun demikian, masih terdapat 10% responden yang belum sepenuhnya memahami prosedur penanganan kecelakaan kerja secara menyeluruh. Kesimpulan: Penerapan K3 di laboratorium patologi anatomi tergolong baik. Dibutuhkan penguatan edukasi dan evaluasi berkala untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja di laboratorium.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
fitri, L., Rahmawati, Y., & Nailufar, Y. (2026). GAMBARAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PETUGAS DI LABORATORIUM PATOLOGI ANATOMI RUMAH SAKIT PROVINSI NTB. Jurnal Insan Cendekia, 13(1), 12-24. https://doi.org/10.35874/jic.v13i1.1526

References

1. Aprilanti, N. K., Hendriani, N. K., & Setiawati, N. P. (2017). Makalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Pada Laboratorium Patologi Anatomi. Denpasar.
2. Atiyah, Y., & Wibowo, E. K. (2023). Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Pegawai Saat Pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Jurnal Sumber Daya Aparatur, 61-80.
3. Bălțătescu, G. I. (2018). Assessment of Quality and Risks Exposure in Histopathology Department. ARS Medica Tomitana, 33 - 39.
4. Daniel, P. A. (2020). Pengaruh Upah Dan Pendidikan Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Di Provinsi Jambi. Journal Development, 8(2), 96–102. https://doi.org/10.53978/jd.v8i2.152
5. Darma, B. 2021. Statistika Penelitian Menggunakan SPSS. Guepedia. Hal. 17
6. Desanti, G., & Ariusni, A. (2021). Pengaruh Umur, Jenis Kelamin, Jam Kerja, Status Pekerjaan Dan Pendidikan Terhadap Pendapatan Tenaga Kerja Di Kota Padang. Jurnal Kajian Ekonomi Dan Pembangunan,3(4),17.https://doi.org/10.24036/jkep.v3i4.12377
7. Fitriah, N. (2017). Penerapan K3 di Laboratorium Kimia Analisis Politeknik Negeri Lhokseumawe. Jurnal Reaksi (Journal of Science and Technology) Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseumawe Vol. 15 No. 01, 17-22.
8. Garcia, L. S. (2024). Clinical Laboratory Management Third Edition. Washington, DC: American Society for Microbiology.
9. Gile, T. J. (2010). Complete Guide to Laboratory Safety Third Edition. Marblehead: HCPro, Inc
10. Hadi, A. A., Ruliati, L. P., dan Salmun, J. A. R. 2023. Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja pada Pekerja di Laboratorium Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, Vol. 13, No. 4, Hal. 415–423.
11. Hartoko, Y. (2019). Pengaruh Pendidikan, Pelatihan, Jenis Kelamin, Umur, Status Perkawinan, dan Daerah Tempat Tinggal Terhadap Lama Mencari Kerja Tenaga Kerja Terdidik di Indonesia. Jurnal Pendidikan Dan Ekonomi, 8(3), 201–207.
12. Janna, N. M., & Herianto. (2021). Artikel Statistik yang Benar. Jurnal Darul Dakwah Wal-Irsyad (DDI), 18210047, 1–12.
13. Khristian, E., & Inderiati, D. (2017). Sitohistoteknologi. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
14. Nadiah, & Hermansyah. (2017). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja pada PT Telkom Divisi Regional VII (Persero) Kota Makasar. Jurnal Ekonomi Balance, 13(1), 88–104.
15. Slamet, R. & Wahyuningsih, S. 2022. Validitas dan Reliabilitas terhadap Instrumen. Jurnal Manajemen & Bisnis Aliansi, Vol. 17, No. 2. Hal. 51-57.
16. Sriyono. 2015. Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pemahaman Masyarakat tentang Ikan Berformalin terhadap Kesehatan Masyarakat. Faktor Exacta, 8(1): 79–91.
17. Susilowati, A. T. (2021). Gambaran Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Laboratorium Rumah Sakit. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 16, Nomor 2, Juni 2021 , 108
18. Suyono, B., & Hermawan, H. (2013). Analisis
19. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja Pada Industri Kerajinan Kulit Di Kabupaten Magetan. Ekomaks, 2(9), 1–15.
20. Sveinbjornsson, B. R., & Gizurarson, S. (2022). Handbook For Laboratory Safety.Elsevier Inc.
21. Waskito, A. B., & Ismawatie, E. (2024). Analisis Kepatuhan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Petugas Laboratorium di RSIS Yarsis. Plenary Health: Jurnal Kesehatan Paripurna Volume 1 Issue 3 , 109-114.